Tampilkan postingan dengan label Telaga Tarbiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telaga Tarbiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2016

Senin, 02 Mei 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~14~

"Adindaku, kita bertemu di jalan dakwah. Allah melimpahkan kebahagiaan kepada kita dengan membimbing langkah kita ke dakwah yang diberkahi-Nya. Haruskah kita meninggalkannya, sesudah kekuatan itu bersatu dan bertambah untuk lebih meningkatkan kontribusi kita bagi dakwah? Jangan kita langgar janji kita kepada-Nya, sehingga keturunan kita kelak akan tercerai-beraikan oleh khianat kita."

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Minggu, 01 Mei 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~13~

Betapa nyamannya hidup di masyarakat yang persnya jujur dan bertanggungjawab. Jujur artinya memberitakan secara benar, bertanggungjawab artinya punya norma, sebatas mana kejujuran itu bermakna. Pemimpinnya cepat tanggap tanpa harus menunggu apalagi mengabaikan unjukrasa. Rakyatnya punya keberanian untuk secara madani mengungkapkan sikap mereka.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Sabtu, 30 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~12~

Dalam sebuah komunitas intelektual yang berdaya, ghibah mencerminan sakitnya komunitas tersebut. Bisakah perubahan terjadi bila sebagian anggotanya hanya asyik menggunjingkan saudaranya tanpa mau mengambil risiko dibenci dan dimusuhi atau menikmati hasil kerjanya, yaitu perubahan pada si bersalah.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Jumat, 29 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~11~

Oh, Bani Arfidah penari perang dan penempur yang gagah berani, hari rayaku kini ramai dengan orang menangis di kuburan atau orang mabuk di selokan. Tari perangku yang membangkit api ksatria telah berganti dengan penari latar yang norak, culun dan penuh kepura-puraan. Laki-laki dan perempuan bergerak dengan dan karena ketakutan yang sangat kalau 'tak jadi terkenal.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Kamis, 28 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~10~

Banyak orang menjadi sangat miskin karena sangat memimpikan kekayaan. Mungkin kita bisa sama-sama terkesan dengan sebuah kalimat do'a, "Allahumma aghnini bil iftiqari ilaika, wa tufaqqirni bi listighna'i anka," Ya Allah, kayakanlah daku dengan kesadaran diri sangat berhajat kepada-Mu, dan jangan miskinkan daku karena merasa 'tak memerlukan-mu.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Rabu, 27 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~9~

Perumpamaan orang yang aktif dalam dunia ilmu namun tak punya bashirah, seperti 100.000 orang buta berjalan dengan kebingungan. Seandainya ada satu orang saja di tengah mereka yang dapat melihat walau hanya dengan satu mata, niscaya masyarakatnya mau mengikuti yang satu ini dan meninggalkan yang 100.000.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Selasa, 26 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~8~

Sebuah bangsa yang sudah 'merdeka' 54 tahun, namun tak peduli bagaimana menghemat cadangan energi, tak tahu bagaimana membuang sampah, ringan tangan membakar hutan dan me-wc-kan sungai-sungai kota mereka, tentulah bukan bangsa yang pandai mendidik diri. Sebuah bangsa yang tergopoh-gopoh ikutan kampanye anti AIDS, dengan hanya menekankan aspek seks aman (dunia) saja tanpa mengingat murka Allah, tentulah bangsa itu belum kunjung dewasa.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Senin, 25 April 2016

Minggu, 24 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~6~

Di zaman ketika setiap srigala dengan mudah menyerbu masuk ke rumah-rumah yang tak lagi berpagar dan berpintu, siapa yang merasa aman dan mampu melindungi anak-anak fitrah dari terkamannya? Siapa yang tabah melindungi gelas bening dan kertas putih suci itu dari ancaman yang setiap waktu dapat memecah-hancurkan dan mencemari mereka? Siapa yang tak tergetar hatinya melihat cermin bening yang semestinya ia perhatikan betul raut wajahnya di sana, seraya merintihkan desahan suara hatinya dalam sujud panjang di kehendingan malam..
"Ya Rabbi... ajarkan daku agar dapat mensyukuri nikmat yang Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan beramal shalih yang Engkau ridai serta perbaikilah untukku dalam keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu, dan aku termasuk kaum yang menyerahkan diri."

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Sabtu, 23 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~5~

Boleh jadi seseorang merasa telah menjadi bagian dari dakwah yang besar dan berkah, tetapi bukan sikap dai yang dirawatnya. Alih-alih dari membimbing masyarakat dengan fiqh dan akhlak daiyah, justru sebaliknya, hanya ghibah dan pelecehan yang digencarkannya terhadap masyarakat.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Jumat, 22 April 2016

Kamis, 21 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~3~

Banyak orang merasa telah menjadi suami, istri, atau ayah dan ibu sungguhan, padahal mereka baru menjadu ayah, ibu, suami atau istri biologis. Sangat kasar kalau diistilahkan menjadi jantan, betina, atau induk dan biang, walaupun dalam banyak hal ternyata ada kesamaan. Kalau hanya memberi makan dan minum kepada anak-anak: kambing, ayam, dan kerbau telah memerankan fungsi tersebut dengan baik. Dan, isu sentral pewarisan nilai-nilai kehidupan dalam kehidupan mereka tak ada soal.. Buktinya tak satupun anak ayam yang berkelakuan kerbau, atau anak kerbau berkelakuan belut, atau anak kambing berkelakuan srigala. Adalah suatu penyimpangan bahwa anak manusia bertingkah laku babi, srigala, harimau, atau musang.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Rabu, 20 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~2~

Suatu malam menjelang fajar, dalam inspeksi rutinnya, khalifah Umar bin Khattab mendengar dialog menarik antara seorang ibu dengan gadis kencurnya.
"Cepatlah bangun, perah susu kambing kita dan campurkan dengan air sebelum orang bangun dan melihat kerja kita."
"Bu, saya tak berani, ada yang selalu melihat gerak-gerik kita."
"Siapa sih sepagi ini mengintai kita?" sang ibu bertanya.
"Bu, Allah tak pernah lepas memperhatikan kita."
Khalifah segera kembali dengan satu tekad yang esok akan dilaksanakannya, melamar sang gadis untuk putranya, 'Ashim bin Umar. Kelak dari pernikahan ini lahir seorang cucu: Umar bin Abdul Aziz, khalifah kelima.

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)

Selasa, 19 April 2016

Nasehat Syaikh at Tarbiyah Rahmat Abdullah Allahuyarham ~1~

Bagaimana mungkin hati umat dan kadernya diujung zaman, menjadi kerontang, sementara dalam azan selalu disebut namanya sesudah nama-Nya. Bagaimana kader merasa lemah, yatim, dan terasing, padahal Ia telah nyatakan, para istrinya adalah ibu mereka? Kalau para istrinya ibu mereka, siapakah dia bagi mereka?

~Dalam Pilar-Pilar Asasi (Tarbawi Press: 2005)