Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2021

Jumat, 12 Juni 2015

Saudaraku, Kurang Toleransi Apa Muslim di Indonesia?

Oleh: HD Gumilang*

Di waktu umat Kristiani merayakan Natal dan serentak mall-mall bersolek dengan nuansa pohom pinus hingga topi merah Santa Klaus, para karyawannya yang muslim dituntut untuk mengenakan atribut itu dengan hati yang galau.

Ketika umat Hindu di Bali merayakan Nyepi, kaum muslim minoritas di sana dituntut untuk turut hening senyap demi menghayati ritual itu, walau dengan perasaan gundah gulana.

Jadi, salahkah kami kaum muslimin meminta kepada orang-orang untuk menghormati bulan Ramadan tempat ibadah Shaum dijalankan? Kami hanya meminta untuk dihargai dihormati saja, apalah susahnya? Kami tidak memaksamu untuk ikut melaksanakan shaum, sebab kemantapan imanlah yang menjadi pembedanya. Kami tidak melarangmu makan minum di siang hari jika itu memang panggilan alam yang takdapat ditahan. Tetapi tolonglah, jangan makan minum terang-terangan.

Indonesia menjadi indah bila kita seiya sekata sejalan seiringan. Walaupun berbeda dalam keyakinan.

*Kontributor Peradaban

Selasa, 13 Januari 2015

Muhasabah Kecil: Ukhuwah di Kalangan Ikhwah, Teguran Halus Untuk Kita Semua

Oleh: HD Gumilang*

"Akh, ana kadang heran dengan kadar ukhuwah di kalangan ikhwah. Seharusnya teman-teman ikhwah lebih paham, lebih mau membantu, lebih mengerti latar belakangnya, karena lebih mengenal saudara-saudaranya dibandingkan orang awam yang belum mengenalinya sama sekali.

Tetapi tampaknya merekapun sama saja dengan orang awam. DI luar sana banyak di kalangan ikhwah kita yang belum bekerja, usaha demi usahanya masih belum menuai hasil. Namun mereka itu, kadang sukar untuk membantu. Sekadar merekomendasikan lapangan pekerjaan saja minta ampun sulitnya. Atau sekadar membimbing usaha yang dirintis aduhai sukarnya.

Lalu apa yang terjadi?Teman-teman kita itu terpaksa bekerja di tempat-tempat yang lingkungannya tidak bagus entah itu di pabrik, kantor-kantor, sekolah-sekolah, terutama untuk menjaga tingkat ruhiyahnya. Karena kurang pedulinya kepada suadaranya sendiri antarikhwah.

Kerapkali, mereka itu meunggu-nunggu kita minta tolong dulu. Kurang peka untuk membuka obrolan. Malah sering kurang mau untuk tahu kondisi kawan-kawannya itu. Harus menunggu dicurhati dulu baru menanggapi, baru bereaksi. Harus nunggu ceria dulu, harus ini itu dulu.

Jika mengharapkan mereka berubah, menunggu mereka berubah, mungkin lama hasilnya. Satu-satunya yang bisa dilakukan saat ini, kalau begitu adalah kita sendiri yang harus mulai peduli. Kita yang harus mencegah mereka bekerja di lingkungan yang tidak bagus itu. Kita yang harus bisa mengatasi segala keterbatasan demi kebaikan yang lebih banyak."

*Kontributor Peradaban
13 januari 2015

Selasa, 28 Oktober 2014

Catatan Kecil: Menteri Seorang Perokok



Pada dasarnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang luwes, mudah belajar, dan gampang menyesuaikan keadaan dengan kondisi yang dialami. Selain itu masyarakat kita merupakan peniru yang ulung dengan konsep ATM, Amati Tiru Modifikasi. Sehingga melahirkan kreatifivas tiada henti. Masyarakat kita tidak pernah mengalami kesulitan untuk meneladani sesuatu atau minimalnya menyesuaikan dengan trend terbaru yang sedang menjadi epidemi di masanya.

Masyarakat hanya perlu dibiasakan. Banyak yang kaget dengan tindakan merokok Menteri Susi karena frame pikiran kita tidak mungkinlah menteri berani merokok di depan kamera media. Itu frame pikiran yang bagus, dan masyarakat sudah terbiasa dengan itu.

Tetapi jika perilaku Menteri Susi itu terus menerus di ekspos, bukan mustahil frame masyarakat berubah, semakin terbiasa melihat menteri perokok. Akhirnya dianggap bukan hal aneh lagi jika menteri merokok di depan kamera media. Terus terang, saya ingin menyampaikan secara jujur bahwa pengaruh media itu sangat besar.

Sebenarnya menjadi perokok itu bukan aib. Jauhkanlah perdebatan mengenai boleh tidaknya merokok. Permasalahan muncul jika yang bersangkutan adalah pejabat negara, memamerkan kebiasaannya merokok di depan media, sedangkan kedudukannya adalah menjadi suri teladan bagi bangsanya.

Taruhlah dia seorang perokok, bahkan negarawan besar kita The Grand Oldman of Indonesia H. Agus Salim adalah seorang perokok berat. Tapi dia tahu etika. Tahu kapan waktunya merokok dan di mana tempatnya. Pernah suatu kali dia hadir dalam acara yang diselenggarakan Kerajaan Protestan Belanda. Ketika sesi hisap cerutu, dengan santainya H. Agus Salim mematik korek untuk menyulut rokok kreteknya, berbeda dengan bangsawan lain yang menghisap rokok yang menurut mereka lebih berkelas. Karuan saja aroma asapnya mengepul laksana kereta batu bara. Tentu saja sang Tuan Rumah risih. Dia bertanya, ""Bau apakah ini? Sangat tidak sedap."

Dengan gentle H. Agus Salim berdiri dan berkata, "Bau itu berasal dari cengkeh rokok yang saya hisap Yang Mulia. Bolehlah paduka tidak menyukainya, tetapi bau asap inilah yang membawa leluhur paduka datang ke Tanah Kami tiga ratus tahun yang lalu." Sebuah pernyataan yang jitu dan membuat mereka diam takberkutik.

Susi sebagai seorang menteri seharusnya menahan diri, tahu dirilah posisinya sekarang. Jika dia sudah tidak tahan untuk merokok, pamitlah sebentar ke toilet, merokoklah sepuasnya di sana. Akan menjadi tindakan yang buruk ketika dia merokok di depan media.

Kiranya Paduka Yang Mulia Presiden Ir. Joko Widodo perlu memperhatikan pola perilaku 34 menteri pembantunya itu agar tidak merusak ide besar Revolusi Mental yang didegung-degungkannya. Jangan hanya sibuk mengurus kodok. Toh katanya kodok-kodoknya sekarang sudah mati?

Dengan melihat realitas yang ada, agaknya beralasan jika saya sebut warning: Indonesia kehabisan SDM berkualitas dengan kriteria bukan perokok dan tidak bertato. Maka jangan salahkan Jokowi memilih ibu Susi karena menurutnya pemilik usaha pesawat terbang inilah yang terbaik dari stok yang ada.

Ayo manusia-manusia Indonesia nonperokok dan nontato tingkatkan kualitasmu agar pemimpin ke depannya tidak mengalami kebingungan akibat krisis SDM berkualitas.

Akhirnya tulisan ini saya pungkasi dengan sebuah fiksi mini. Saya termasuk yang menyakini bahwa karya sastra adalah salahsatu alat yang ampuh untuk merekam jiwa zaman atau lazim disebut juga sebagai zeitgeist.

----------
Fiksi Mini: Mencari Pembenaran

Kepulan asap rokok menjadi pemandangan sehari-hari lima tahun ke depan. Tua, muda, remaja, bahkan anak-anak menghisap Tuhan sembilan senti (mengutip Taufik Ismail) itu. Mereka tidak sungkan lagi. Tidak ada yang mau berhenti, mereka bilang, "Ah gampang saja, kami punya teladan. Itu Bu Susi Menteri Kelautan dan Perikanan saja terang-terangan merokok di depan media. Sah-sah saja toh."

28 Oktober 2014 M / 4 Muharam 1436 H

Minggu, 26 Oktober 2014

Catatan Kecil: Janganlah Bertanya Sesuatu yang Menyusahkan Diri Sendiri

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian." [QS Al Maidah: 101]

Sebuah seruan yang agung dari Allah kepada orang yang beriman. Mereka yang menta'ati perintah Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangan Allah dan Rasul-Nya. "Jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian, kerjakan semampu kalian. Dan jika aku melarang sesuatu pada kalian, tinggalkanlah." [HR Muslim]

Maka, jikalau kita masih sering bertanya tentang sesuatu yang justru akan menyusahkan diri sendiri, agaknya itu menjadi tanda masih lemahnya iman ini. Misalnya bertanya, "Di manakah Allah tinggal?" "Apakah berhaji itu setiap tahun?" "Dimanakah letak surga dan neraka?" "Apakah malaikat itu ada?" "Kapankah kiamat?" "Apakah ruh itu?" segenap pertanyaan yang justru membuat bingung diri sendiri, atau malah bermuatan negatif karena mengejek.

Namun tentu saja, ada keluwesan terhadap itu, jika yang menanyakan memang benar-benar tidak memiliki pengetahuan tentang itu, atau mereka yang dalam perjalanan pencarian keimanan, atau sebagaimana orang-orang badui yang menghadap Rasulullah. Tidak serta merta kita mengecap mereka sebagai orang-orang yang keterlaluan dan tidak tahu diri. Mereka adalah orang yang harus kita bujuk hatinya pada keimanan. Maka jawablah pertanyaan mereka dengan ma'ruf.

Memang begitu, jika posisi kita berada dalam ketidaktahuan maka tanyakanlah, tetapi jika posisi kita hendak mengejek lantas bertanya tentang itu jadilah kesia-siaan belaka.

Wallahu a'lam
26 Oktober 2014 M/ 2 Muharam 1436 H

Selasa, 02 September 2014

Jalan untuk Bersedekah



Buat apa mengumpulkan harta, toh tidak akan dibawa mati.
Betul sekali itu, karena fungsi harta bukan sebagai bekal akhirat. Diantara bekal akhirat itu shadaqah. Di sinilah fungsinya harta, jika Allah karuniakan kita harta yang berlebih, sedekahkanlah, itu lebih baik.

Senin, 01 September 2014

Cepat dan Lambatnya Waktu Berjalan



Seringkali kita rasakan, mengapa ketika kesuksesan diraih, waktu berjalan begitu cepat, padahal diri ini ingin menikmati kesuksesan itu dalam tempo yang lama. Sebaliknya, saat kegagalan menghampiri kita, waktu berjalan sangat lambat, padahal diri ini ingin segera keluar dari sana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Selasa, 04 Maret 2014

Nafas Panjang Dakwah

Ikhwahfillah

Dakwah adalah sebuah nafas yang panjang, ia tidak akan berhenti meskipun antum telah tiada

Dakwah adalah sebuah perjuangan tak berhujung, hingga kematian akan menjemput kita ataupun kita hidup dalam kebebasan dari tirani dan kezaliman

Dakwah adalah sebuah titian yang agung, ia mengantarkan kita kita kepada kemuliaan di dunia dan kemuliaan di akhirat

Dariku yang dhaif, namun mencintai antum semua dengan sepenuh kekuatan yang kumiliki

Semoga Allah ridha dengan apa yang kita ikhtiarkan

Tetaplah dalam nafas panjang dakwah ini, hingga Allah menentukan apakah kita akan mati dalam kesyahidan, ataupun hidup dalam kebebasan di jalan-Nya

Akh Amei: Ikhwan yang Menghentakkan Dakwah Media


Ketika pertama kali mendapat kabar kalau akhuna Andi Meisak (Amei) lolos ke Akademi Sahur Indosiar (AKSI), jujur hati saya berdebar haru.

Ingatan ini melayang pada masa-masa di kampus dulu, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, awal tahun 2008. Satu tahun setelah kami kuliah di kampus yang berlokasi di Cibiru-Bandung ini.

Kamis, 20 Februari 2014

Membuka Ruang Maaf: Kita Bukan Penghakim Masa Lalu

By: HD Gumilang

Tak dapat dipungkiri, setiap insan memiliki aibnya masing-masing. Sebuah noktah hitam yang enggan orang lain mengetahuinya. Dia akan berusaha menguburkannya dalam-dalam. Menutupinya rapat-rapat. Menyembunyikannya menjadi kenangan lampau yang tak ingin dibahas kembali di masa kini, ataupun masa depan nanti.

Jumat, 31 Januari 2014

Tentang Dunia yang Sempit

by: HD Gumilang

Ada dua pilihan, Dunia yang sempit atau dunia yang luas. Semua ada plus dan minusnya.

Dunia menjadi sempit, karena kita banyak bersilaturrahim, membangun jaringan, dan berkelana ke mana-mana. Sehingga banyak kawan. Setiap mengobrol dengan seseorang dan dia berkata, "Saya kenal si fulan, dia dari anu," lantas kita menyahut ceria, "Oh, saya juga mengenalnya. Masya Allah, dunia ini ternyata hanya selebar daun kelor, ya." Dengan sering bersilaturrahim, maka kemanapun kita pergi takkan ada gusar di hati, sebab akan ada kawan yang menemani. Menjadi penunjuk jalan di persimpangan. Membantu jikalau kita kehilangan uang, atau apapun itu.

Kamis, 30 Januari 2014

Catatan Kecil: Cinta dan Kebahagiaan

By: HD Gumilang

Cinta itu bukan tentang perbedaan usia, atau persamaan-persamaan. Melainkan karena ikatan hati yang telah Allah jalinkan.

Kebahagiaan itu bermacam-macam. Ada yang bahagia karena pasangan halalnya seusia. Ada yang bahagia karena pasangannya jauh dari usianya. Kebahagiaan memang tidak dapat diukur dari kacamata kita sendiri, melainkan dikembalikan kepada mereka itu yang berbahagia dan kita cukup meresapnya dalam-dalam.

Senin, 04 November 2013

Memaknai Hijrah dengan Sederhana


Aku memulainya dengan sebuah pertanyaan, "Apakah hijrah itu?"
Lama sekali aku memikirkannya. Keterbatasan pemahaman dan pengetahuan yang ku miliki menghalanginya untuk menyelami lebih dalam apa itu hijrah.

Minggu, 03 November 2013

Paradoks Kehidupan


Mereka tidak pernah menyadari sehari-hari ada sosok yang selalu mengintainya. Orang-orang itu sibuk dengan senda gurau, canda tawa, dan segala sesuatu yang membuatnya terlena dalam lautan asmara. Waktu-waktu semakin surut tanpa bisa dibujuk agar kembali. Hanya penyesalan yang harus dimakan pahit-pahit, ditelan bulat-bulat.

Jumat, 11 Oktober 2013

Teks dan Terjemahan surat Abasa


(Surat ke-80 berjumlah 42 ayat)

Audzubillahi minasyaitan nirrajim
Bismillahirrahmanirrahiim

1. 'Abasa watawallaa,
2. an jaa-ahu al-a'maa,
3. wamaa yudriika la'allahu yazzakkaa,
4. aw yadzdzakkaru fatanfa'ahu aldzdzikraa,
5. ammaa mani istaghnaa,
6. fa-anta lahu tashaddaa,
7. wamaa 'alayka allaa yazzakkaa,
8. wa-ammaa man jaa-aka yas'aa,
9. wahuwa yakhsyaa,
10. fa-anta 'anhu talahhaa,
11. kallaa innahaa tadzkiratun,
12. faman syaa-a dzakarahu,
13. fii shuhufin mukarramatin,
14. marfuu'atin muthahharatin,
15. bi-aydii safaratin,
16. kiraamin bararatin,
17. qutila al-insaanu maa akfarahu,
18. min ayyi syay-in khalaqahu,
19. min nuthfatin khalaqahu faqaddarahu,
20. tsumma alssabiila yassarahu,
21. tsumma amaatahu fa-aqbarahu,
22. tsumma idzaa syaa-a ansyarahu,
23. kallaa lammaa yaqdhi maa amarahu,
24. falyanzhuri al-insaanu ilaa tha'aamihi,
25. annaa shababnaa almaa-a shabbaan,
26. tsumma syaqaqnaa al-ardha syaqqaan,
27. fa-anbatnaa fiihaa habbaan,
28. wa'inaban waqadhbaan,
29. wazaytuunan wanakhlaan,
30. wahadaa-iqa ghulbaan,
31. wafaakihatan wa-abbaan,
32. mataa'an lakum wali-an'aamikum,
33. fa-idzaa jaa-ati alshshaakhkhatu,
34. yawma yafirru almaru min akhiihi,
35. waummihi wa-abiihi,
36. washaahibatihi wabaniihi,
37. likulli imri-in minhum yawma-idzin sya'nun yughniihi,
38. wujuuhun yawma-idzin musfiratun,
39. dahikatun mustabsyiratun,
40. wawujuuhun yawma-idzin 'alayhaa ghabaratun,
41. tarhaquhaa qataratun,
42. ulaa-ika humu alkafaratu alfajaratu.

Terjemahannya

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling
2. Karena telah datang seorang buta kepadanya
3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)
4. Atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfa'at kepadanya?
5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup
6. Maka kamu melayaninya
7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman)
8. Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)
9. Sedang ia takut kepada (Allah)
10. Maka kamu mengabaikannya
11. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan
12. Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya
13. Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan
14. Yang ditinggikan lagi disucikan
15. Di tangan para penulis (malaikat)
16. Yang mulia lagi berbakti
17. Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?
18. Dari apakah Allah menciptakannya?
19. Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya
20. Kemudian Dia memudahkan jalannya
21. Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur
22. Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali
23. Sekali-kali jangan; manusia itu belum melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepadanya
24. Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya
25. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit)
26. Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya
27. Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu
28. Anggur dan sayur-sayuran
29. Zaitun dan kurma
30. Kebun-kebun (yang) lebat
31. Dan buah-buahan serta rumput-rumputan
32. Untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu
33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)
34. Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya
35. Dari ibu dan bapaknya
36. Dari istri dan anak-anaknya
37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya
38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri
39. Tertawa dan bergembira ria
40. Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu
41. Dan ditutup lagi oleh kegelapan
42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka

Kamis, 10 Oktober 2013

Sebuah Desakan Bernama Ingin Tahu


Cinta itu menembus batas. Ia memecahkan ombak yang menghantam pesisir. Meletupkan tindakan yang seringkali irasional. Kombinasi dari hasrat, cita, dan simpati.

Aku bertanya kepada cinta, "mengapa kau sanggup membuat begitu?"

Cinta memalingkan wajahnya ke hamparan taman hijau yang luas, menerawang. Kuterka dia sedang mencari jawaban.

Teks Latin dan Terjemahan Surah an Nazi'at


(Surah ke-79 berjumlah 46 ayat)

Audzubillahi minasyaitan nirrajim
Bismillahirrahmanirrahiim

1. Wannaazi'aati gharqaa
2. wannaasyithaati nasythaa
3. wassaabihaati sabhaa
4. fassaabiqaati sabqaa
5. falmudabbiraati amraa
6. Yawma tarjufu rraajifa
7. tatba'uhaa rraadifa
8. quluubun yawma-idzin waajifa
9. abshaaruhaa khaasyi'a
10.Yaquuluuna a-innaa lamarduuduuna fii lhaafira
11.A-idzaa kunnaa 'izhaaman nakhira
12.Qaaluu tilka idzan karratun khaasira
13.Fa-innamaa hiya zajratun waahida
14.fa-idzaa hum bissaahira
15.Hal ataaka hadiitsu muusaa
16.Idz naadaahu rabbuhu bilwaadi lmuqaddasi thuwaa
17.Idzhab ilaa fir'awna innahu thaghaa
18.faqul hal laka ilaa an tazakkaa
19.Wa-ahdiyaka ilaa rabbika fatakhsyaa
20.fa-araahu l-aayata lkubraa
21.Fakadzdzaba wa'ashaa
22.Tsumma adbara yas'aa
23.Fahasyara fanaadaa
24.Faqaala anaa rabbukumu l-a'laa
25.Fa-akhadzahullaahu nakaala l-aakhirati wal-uulaa
26.Inna fii dzaalika la'ibratan liman yakhsyaa
27.A-antum asyaddu khalqan ami ssamaau banaahaa
28.Rafa'a samkahaa fasawwaahaa
29.wa-aghthasya laylahaa wa-akhraja dhuhaahaa
30.Wal-ardha ba'da dzaalika dahaahaa
31.Akhraja minhaa maa-ahaa wamar'aahaa
32.Waljibaala arsaahaa
33.mataa'an lakum wali-an'aamikum
34.Fa-idzaa jaa-ati ththaammatu lkubraa
35.Yawma yatadzakkaru l-insaanu maa sa'aa
36.waburrizati ljahiimu liman yaraa
37.fa-ammaa man thaghaa
38.Waaatsara lhayaata ddunyaa
39.fa-inna ljahiima hiya lma/waa
40.Wa-amaa man khaafa maqaama rabbihi wanahaa nnafsa 'ani lhawaa
41.fa-inna ljannata hiya lma/waa
42.Yas-aluunaka 'ani ssaa'ati ayyaana mursaahaa
43.Fiima anta min dzikraahaa
44.Ilaa rabbika muntahaahaa
45.Innamaa anta mundziru man yakhsyaahaa
46.Ka-annahum yawma yarawnahaa lam yalbatsuu illaa 'asyiyyatan aw dhuhaahaa

Terjemahannya

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk

1. Demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,
5. dan (malaikat-malaikat) yang mengatur urusan (dunia) .
6. (Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama menggoncangkan alam,
7. tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua.
8. Hati manusia pada waktu itu sangat takut,
9. pandangannya tunduk.
10. (Orang-orang kafir) berkata: "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula?
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang-belulang yang hancur lumat?"
12. Mereka berkata: "Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan".
13. Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja,
14. maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
15. Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.
16.   Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci ialah Lembah Thuwa;
17.   "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas,
18. dan katakanlah (kepada Fir'aun): 'Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)'
19. Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?"
20.    Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mu'jizat yang besar.
21. Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.
22. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
23. Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya.
24. (Seraya) berkata: "Akulah tuhanmu yang paling tinggi".
25.   Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia.
26.   Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Tuhannya).
27. Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit? Allah telah membangunnya,
28. Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29. dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita dan menjadikan siangnya terang benderang.
30. Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31.   Ia memancarkan daripadanya mata airnya dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
32. Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
33. (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.
34. Maka apabila malapetaka yang sangat besar ( hari kiamat) telah datang.
35. Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,
36.   dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.
37. Adapun orang yang melampaui batas,
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
39. maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya).
40. Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
41. maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).
42.   (Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya?
43. Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)?
44. Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya).
45. Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya ( hari berbangkit).
46. Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.

Teks Latin dan Terjemahan Surah An Naba


(surah ke-78 berjumlah 40 ayat)

Audzubillahi minasyaitan nirrajim
Bismillahirrahmanirrahiim

1. Amma yatasaa-aluun
2.'Ani nnaba-i l'azhiim
3. alladzii hum fiihi mukhtalifuun
4. Kallaa saya'lamuun
5. tsumma kallaa saya'lamuun
6. Alam naj'ali l-ardha mihaadaa
7. waljibaala awtaadaa
8. wakhalaqnaakum azwaajaa
9. waja'alnaa nawmakum subaataa
10. waja'alnaallayla libaasaa
11. waja'alnaa nnahaara ma'aasyaa
12. wabanaynaa fawqakum sab'an syidaadaa
13. waja'alnaa siraajan wahhaajaa
14. wa-anzalnaa mina lmu'shiraati maa-an tsajjaajaa
15. linukhrija bihi habban wanabaataa
16. wajannaatin alfaafaa
17. Inna yawma lfashli kaana miiqaataa
18. yawma yunfakhu fii shshuuri fata'tuuna afwaajaa
19. wafutihati ssamaau fakaanat abwaabaa
20. wasuyyirati ljibaalu fakaanat saraabaa
21. Inna jahannama kaanat mirshaadaa
22. liththaaghiina maaabaa
23. laabitsiina fiihaa ahqaabaa
24. laa yadzuuquuna fiihaa bardan walaa syaraabaa
25. illaa hamiiman waghassaaqaa
26. jazaa-an wifaaqaa
27. Innahum kaanuu laa yarjuuna hisaabaa
28. wakadzdzabuu bi-aayaatinaa kidzdzaabaan
29. wakulla syay-in ahsaynaahu kitaabaa
30. Fadzuuquu falan naziidakum illaa 'adzaabaa
31. inna lilmuttaqiina mafaazaa
32. hadaa-iqa wa-a'naabaa
33. wakawaa'iba atraabaa
34. waka'san dihaaqaa
35. Laa yasma'uuna fiihaa laghwan walaa kidzdzaabaa
36. Jazaa-an min rabbika 'athaa-an hisaabaa
37. Rabbi ssamaawaati wal-ardhi wamaa baynahumaa rrahmaani laa yamlikuuna minhu khithaabaa
38. Yawma yaquumu rruuhu walmalaa-ikatu shaffan laa yatakallamuuna illaa man adzina lahu rrahmaanu waqaala shawaabaa
39. Dzaalika lyawmu lhaqqu faman syaa-a ittakhadza ilaa rabbihi maaabaa
40. Innaa andzarnaakum 'adzaaban qariiban yawma yanzhuru lmaru maa qaddamat yadaahu wayaquulu lkaafiru yaa laytanii kuntu turaabaa

--Terjemahannya--

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

1. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya?
2. Tentang berita yang besar ,
3. yang mereka perselisihkan tentang ini.
4. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui,
5. kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui.
6. Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,
7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,
8. dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan,
9. dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat,
10. dan Kami jadikan malam sebagai pakaian ,
11.   dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan,
12. dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh,
13. dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),
14. dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah,
15. supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan,
16. dan kebun-kebun yang lebat?
17. Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,
18. yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,
19. dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu,
20.   dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia.
21.   Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai ,
22. lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas,
23. mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya,
24. mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
25. selain air yang mendidih dan nanah,
26. sebagai pembalasan yang setimpal.
27. Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab,
28. dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya,
29. dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab .
30. Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab.
31. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan,
32. (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur,
33. dan gadis-gadis remaja yang sebaya,
34. dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
35. Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta.
36. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak,
37. Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia.
38. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.
39. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.
40.   Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah"